Minggu, 23 April 2017

Ketika Bayangan Telah Berkuasa

Aku berjalan di sepanjang malam
Suara-suara telah menghantui bergema di udara
Menyiksaku saat memasuki sebuah lorong
Dari alam gelap yang dingin dan menyedihkan

Aku membuka pintu ke sisi lain
Dimana semuanya sudah begitu gelap
Langit terlihat hampa dan menghitam
Dimana-mana hanya bayangan gelap

Seperti jalan Neraka yang hitam pekat
Aku melihat dalam kekosongan
Kemana semua yang ada
Seperti kembali dalam ketiadaan

Aku tersadar dalam ketidakjelasan
Aku mencari api di dalam hatiku yang lapar
Bakar dagingku dan bersihkanlah jiwaku
Saat ku terjatuh dalam kegelapan

Dan sepanjang malam aku terus berjalan
Sebagai pencari cahaya
Sementara kegelapan telah berkuasa di sekelilingku
Dan masih tersisa di sudut hatiku




 

Senin, 09 Januari 2017

Sepi Dalam Hujan

Terhenti di persimpangan yang sama
Tertelan bias remang lampu jalan
Dinginnya udara di malam hari
Menanti penatnya hati yang ternodai

Hujan kadang datang berulang
Datang berlalu tanpa kesan
Selepas langit ditelan pekatnya malam
Gelisah datang yang kadang meradang

Merangkum ingatan pada sisa hujan
Saat temaram menenggelamkannya
Menelan sepi ketika memecah batu
Saat seringai hujan menghujam bumi

Suka duka telah genap terpaut
Menyelimuti lelah di penghujung hari
Berirama  dalam nuansa kebekuan
Saat biasnya terhias tetes tangisan...
 
 
 

Sabtu, 17 September 2016

Kerinduan Yang Retak

Untukmu yang kini sudah tak lagi tersentuh,
Jaga dirimu baik-baik.
Karena kini kau tidak akan pernah mengerti.
Bagaimana rasanya menunggu dan berharap,
Bagaimana merindu sampai mati.
Dan tak terhitung lembaran kertas yang aku habiskan menuliskan tentangmu.
Tapi satu yang pasti,
Baris-baris pada lembar itu bercerita tentang rindu.
Untukmu yang kini berada di tempat yang jauh,
Terima kasih telah menjadi alasan mengapa aku menulis kata-kata ini.



Sayatan Jiwa

Tenggelam kedalam lorong yang gelap
Tubuhku menggigil dan menyayat jiwa
Leherku tercekik ragaku terhempas
Nadiku terkoyak, pandangan semu terlempar jauh

Aku tak berdaya, perlahan diriku terambang mati
Tubuh dan ragaku musnah tak berdaya
Jiwaku perlahan binasa dalam kegelapan
Kaku berselimut dosa

Namun sinar cahaya-Mu datang menghampiriku
Cairkan darahku yang telah membeku
Walau raga ini terancam mati
Sinarilah aku dengan cahaya-Mu yang suci...

Rabu, 07 September 2016

Tiga Titik Hitam

Ketika semua bayang menjauh dari tubuh
Ketika semua angan menyapa
Aku terbaring dan terjebak
Dalam keheningan dan kehampaan

Ku coba sinari ruang jiwa ini
Ku coba sembunyikan suara hati
Ku coba menelan luka
Yang tak kunjung usai

Namun saat kebenaran tak lagi bermakna
Aku tersandar dan terdiam
Kemana kan' kubawa diriku pergi
Yang semakin lemah dan rapuh

Tiga titik hitam menembus angan
Keindahan semu hangatnya kugenggam
Mengikat erat hasrat jiwa yang penat
Kibaskan bathin nan azam...

Minggu, 21 Agustus 2016

Burung Bangkai

Ketika kota mulai terlelap
Puluhan burung bangkai kembangkan sayap
Terbangi langit kelam
Menatap nyalang, ikuti naluri liar terdalam

Mendekap malam, langit menyatu bersama hitam
Berakar benci, berbuah dendam, basahi bulu liar
Suntikkan rasa ingin memangsa
Seraya ikuti intuisi
Puaskan rasa lapar mencari bangkai tersayat

Sesosok burung bangkai
Pencabik mangsa  nokturnal
Menguliti perih jasad terkapar tanpa daya
Terkapar berselimut luka..!