Sabtu, 17 September 2016

Kerinduan Yang Retak

Untukmu yang kini sudah tak lagi tersentuh,
Jaga dirimu baik-baik.
Karena kini kau tidak akan pernah mengerti.
Bagaimana rasanya menunggu dan berharap,
Bagaimana merindu sampai mati.
Dan tak terhitung lembaran kertas yang aku habiskan menuliskan tentangmu.
Tapi satu yang pasti,
Baris-baris pada lembar itu bercerita tentang rindu.
Untukmu yang kini berada di tempat yang jauh,
Terima kasih telah menjadi alasan mengapa aku menulis kata-kata ini.



Sayatan Jiwa

Tenggelam kedalam lorong yang gelap
Tubuhku menggigil dan menyayat jiwa
Leherku tercekik ragaku terhempas
Nadiku terkoyak, pandangan semu terlempar jauh

Aku tak berdaya, perlahan diriku terambang mati
Tubuh dan ragaku musnah tak berdaya
Jiwaku perlahan binasa dalam kegelapan
Kaku berselimut dosa

Namun sinar cahaya-Mu datang menghampiriku
Cairkan darahku yang telah membeku
Walau raga ini terancam mati
Sinarilah aku dengan cahaya-Mu yang suci...

Rabu, 07 September 2016

Tiga Titik Hitam

Ketika semua bayang menjauh dari tubuh
Ketika semua angan menyapa
Aku terbaring dan terjebak
Dalam keheningan dan kehampaan

Ku coba sinari ruang jiwa ini
Ku coba sembunyikan suara hati
Ku coba menelan luka
Yang tak kunjung usai

Namun saat kebenaran tak lagi bermakna
Aku tersandar dan terdiam
Kemana kan' kubawa diriku pergi
Yang semakin lemah dan rapuh

Tiga titik hitam menembus angan
Keindahan semu hangatnya kugenggam
Mengikat erat hasrat jiwa yang penat
Kibaskan bathin nan azam...